BANER

BANER

Cara Mencukupi Kebutuhan Air Putih Selama Berpuasa


Salah satu problem yang sering terjadi saat saya sedang berpuasa adalah merasa dehidrasi atau kekurangan cairan. Kebutuhan akan cairan, biasanya sih bisa dipenuhi dengan cara minum cukup air putih. Bahkan di beberapa artikel dari hasil gugling yang pernah saya baca, pada saat berbuka puasa, beberapa ahli menyarankan sebaiknya minumlah air putih terlebih dahulu sebelum minum minuman yang manis-manis.


Manfaat minum air putih memang tak perlu diragukan lagi. Air putih adalah salah satu minuman segar yang menyehatkan bagi tubuh yang memiliki beberapa manfaat:

Menghilangkan dahaga/ rasa haus.
Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Membersihkan dan membuang racun melalui keringat dan urine.
Melancarkan buang air besar.
Mengontrol kalori sehingga membantu menurunkan berat badan.
Menjaga fungsi ginjal supaya bekerja dengan baik.
Menghaluskan dan mencerahkan kulit.
Meningkatkan fungsi otak dan mood (mood booster).
Dan masih banyak manfaat lainnya dari minum air putih.
Dalam kondisi normal, memang manusia disarankan untuk minum air putih sebanyak 2 liter atau setara 8 gelas (@250ml) per hari. Namun, pada saat berpuasa, biasanya saya pribadi kesulitan untuk mencukupi kebutuhan air putih sebanyak 8 gelas itu. Atau bahkan sebaliknya, adakalanya saya memaksakan minum air putih dalam jumlah banyak di satu waktu tertentu, demi mencukupi kebutuhan cairan. Alhasil, saya suka merasa mual dan bolak-balik ke kamar mandi karena, maaf, beser.

Ternyata, dari membaca artikel-artikel yang ada, saya mengetahui bahwa sebenarnya minum air putih dalam jumlah banyak sekaligus tidak baik untuk kesehatan tubuh. Ada beberapa alasan, yakni:

Meningkatkan volume darah. Air putih dalam jumlah banyak yang kita minum nanti akan masuk ke pencernaan kemudian diserap oleh pembuluh darah, akibatnya volume darah bisa meningkat.
Memaksa ginjal bekerja ekstra. Darah tadi akan mengalir melewati ginjal. Jika jumlah volume darah yang mengalir ke ginjal lebih banyak maka ginjal akan bekerja memfilter/ menyaring jumlah cairan lebih banyak, jadi kerjanya menjadi lebih ekstra keras.
Menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Darah yang volumenya meningkat tadi akan mengalir melewati jantung sehingga menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Denyut jantung jadi meningkat tajam, sehingga membahayakan tubuh.
Ternyata, emang nggak baik, ya, kalau minum sekaligus air putih dalam jumlah banyak? Bukannya menjadi sehat, malah membahayakan tubuh. Lalu, bagaimana menyiasati supaya tetap bisa minum minimal 8 gelas tiap hari ketika berpuasa? Caranya adalah membagi minum secara bertahap, dengan membuat jadwal sebagai berikut:

Satu gelas saat bangun tidur.
Satu gelas saat Sahur.
Satu gelas saat Adzan Maghrib.
Satu gelas setelah Sholat Maghrib.
Satu gelas setelah buka puasa.
Satu gelas sesudah Sholat Isya.
Satu gelas sesudah Sholat Tarawih.
Satu gelas sebelum tidur malam.


Saya sudah mempraktekkannya dan merasa lebih baik dibandingkan jika saya minum bergelas-gelas air putih di waktu bersamaan sekaligus. Dengan minum secara bertahap seperti jadwal tersebut, tubuh tidak akan kekurangan cairan dan mendapatkan manfaat positif dari minum air putih. Oh ya, yang perlu diperhatikan juga adalah jangan lupakan juga kualitas air putihnya ya! Air putih yang kita minum haruslah air putih yang berkualitas, dalam artian tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan kandungan mineralnya seminim mungkin. Selamat mempraktekkan jadwal minum air putih di atas, semoga puasanya lancar sampai akhir! Aamiin!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Mencukupi Kebutuhan Air Putih Selama Berpuasa"

Posting Komentar